Jumat, 17 Oktober 2014

Resum Jurnal 3




RERATA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT BERDASARKAN JENIS PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATAN BANYUMAS

Angka kematian bayi baru lahir (neonatus) di Indonesia masih sangat tinggi, bekisar antara 24 % sampai 27 %. Penyebabnya adalah infeksi berupa tetanus neonatorum yang menyerang tali pusat. Sehingga perawatan tali pusat sangat dibutuhkan dengan untuk mencegah infeksi neonatorum terjadi pada neonatus.
Tali pusat pada saat kehamilan memiliki memiliki peranan penting bagi janin untuk dapat bergerak di dalam cairan amnion, mengalirkan darah dari janin ke plasenta, dan mengalirkan zat makanan.
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dengan pendekatan eksperimen. Eksperimen yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan bentuk Time Series Design. Populasinya adalah semua bayi yang baru lahir di Kecamatan Patikraja sebanyak 60 orang. Sampel yang di gunakan 20 orang dengan kasa alkohol, 20 orang dengan kasa povidon dan 20 bayi dengan kasa kering. Sample diambil dengan cara sampling kuota
Hasil yang didapatkan dari penelitian dengan membandingkan jenis perawatan tali pusat yang digunakan terhadap rerata lama pelepasan tali pusat, dimana metode menggunakan kasa kering lebih cepat waktu pelepasaanya dibanding dengan menggunakan alkohol dan iodine-povidon.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam perawatan tali pusat antara lain yaitu tali pusat jangan ditutup rapat-rapat karena akan menciptakan suasana lembab, jika memang harus ditutup atau diikat, longgarkan tutupan atau ikatannya. Gunakan popok sekali pakai khusus untuk bayi yang baru lahir, jika menggunakan popok sekali pakai. Biarkan tali pusat terkena udara agar cepat kering.

Daftar Pustaka : 

Siti Zuniyati., Artathi Eka S., T. A. (2011). Rerata Waktu Pelepasan Tali Pusat Berdasarkan Jenis Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir di Kecamatan di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas Tahun 2009. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 2(1), 1–11.
 




RERATA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT BERDASARKAN JENIS PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATAN BANYUMAS

Angka kematian bayi baru lahir (neonatus) di Indonesia masih sangat tinggi, bekisar antara 24 % sampai 27 %. Penyebabnya adalah infeksi berupa tetanus neonatorum yang menyerang tali pusat. Sehingga perawatan tali pusat sangat dibutuhkan dengan untuk mencegah infeksi neonatorum terjadi pada neonatus.
Tali pusat pada saat kehamilan memiliki memiliki peranan penting bagi janin untuk dapat bergerak di dalam cairan amnion, mengalirkan darah dari janin ke plasenta, dan mengalirkan zat makanan.
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dengan pendekatan eksperimen. Eksperimen yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan bentuk Time Series Design. Populasinya adalah semua bayi yang baru lahir di Kecamatan Patikraja sebanyak 60 orang. Sampel yang di gunakan 20 orang dengan kasa alkohol, 20 orang dengan kasa povidon dan 20 bayi dengan kasa kering. Sample diambil dengan cara sampling kuota
Hasil yang didapatkan dari penelitian dengan membandingkan jenis perawatan tali pusat yang digunakan terhadap rerata lama pelepasan tali pusat, dimana metode menggunakan kasa kering lebih cepat waktu pelepasaanya dibanding dengan menggunakan alkohol dan iodine-povidon.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam perawatan tali pusat antara lain yaitu tali pusat jangan ditutup rapat-rapat karena akan menciptakan suasana lembab, jika memang harus ditutup atau diikat, longgarkan tutupan atau ikatannya. Gunakan popok sekali pakai khusus untuk bayi yang baru lahir, jika menggunakan popok sekali pakai. Biarkan tali pusat terkena udara agar cepat kering.

Daftar Pustaka : 

Siti Zuniyati., Artathi Eka S., T. A. (2011). Rerata Waktu Pelepasan Tali Pusat Berdasarkan Jenis Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir di Kecamatan di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas Tahun 2009. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 2(1), 1–11.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar