RERATA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT BERDASARKAN JENIS PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATAN BANYUMAS
Angka kematian
bayi baru lahir (neonatus) di Indonesia masih sangat tinggi, bekisar antara 24
% sampai 27 %. Penyebabnya adalah infeksi berupa tetanus neonatorum yang menyerang
tali pusat. Sehingga perawatan tali pusat sangat dibutuhkan dengan untuk
mencegah infeksi neonatorum terjadi pada neonatus.
Tali pusat
pada saat kehamilan memiliki memiliki peranan penting bagi janin untuk dapat
bergerak di dalam cairan amnion,
mengalirkan darah dari janin ke plasenta, dan mengalirkan zat makanan.
Metode
penelitian yang digunakan oleh peneliti dengan pendekatan eksperimen. Eksperimen yang
digunakan adalah quasi eksperimental dengan
bentuk Time Series Design. Populasinya
adalah semua bayi yang baru lahir di Kecamatan Patikraja sebanyak 60 orang.
Sampel yang di gunakan 20 orang dengan kasa alkohol, 20 orang dengan kasa
povidon dan 20 bayi dengan kasa kering. Sample diambil dengan cara sampling kuota
Hasil yang
didapatkan dari penelitian dengan membandingkan jenis perawatan tali pusat yang
digunakan terhadap rerata lama pelepasan tali pusat, dimana metode menggunakan
kasa kering lebih cepat waktu pelepasaanya dibanding dengan menggunakan alkohol
dan iodine-povidon.
Hal lain yang
perlu diperhatikan dalam perawatan tali pusat antara lain yaitu tali pusat
jangan ditutup rapat-rapat karena akan menciptakan suasana lembab, jika memang
harus ditutup atau diikat, longgarkan tutupan atau ikatannya. Gunakan popok
sekali pakai khusus untuk bayi yang baru lahir, jika menggunakan popok sekali
pakai. Biarkan tali pusat terkena udara agar cepat kering.
Daftar Pustaka :
Siti Zuniyati.,
Artathi Eka S., T. A. (2011). Rerata Waktu Pelepasan Tali Pusat Berdasarkan
Jenis Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir di Kecamatan di Kecamatan
Patikraja Kabupaten Banyumas Tahun 2009. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 2(1),
1–11.
RERATA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT BERDASARKAN JENIS PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATAN BANYUMAS
Angka kematian
bayi baru lahir (neonatus) di Indonesia masih sangat tinggi, bekisar antara 24
% sampai 27 %. Penyebabnya adalah infeksi berupa tetanus neonatorum yang menyerang
tali pusat. Sehingga perawatan tali pusat sangat dibutuhkan dengan untuk
mencegah infeksi neonatorum terjadi pada neonatus.
Tali pusat
pada saat kehamilan memiliki memiliki peranan penting bagi janin untuk dapat
bergerak di dalam cairan amnion,
mengalirkan darah dari janin ke plasenta, dan mengalirkan zat makanan.
Metode
penelitian yang digunakan oleh peneliti dengan pendekatan eksperimen. Eksperimen yang
digunakan adalah quasi eksperimental dengan
bentuk Time Series Design. Populasinya
adalah semua bayi yang baru lahir di Kecamatan Patikraja sebanyak 60 orang.
Sampel yang di gunakan 20 orang dengan kasa alkohol, 20 orang dengan kasa
povidon dan 20 bayi dengan kasa kering. Sample diambil dengan cara sampling kuota
Hasil yang
didapatkan dari penelitian dengan membandingkan jenis perawatan tali pusat yang
digunakan terhadap rerata lama pelepasan tali pusat, dimana metode menggunakan
kasa kering lebih cepat waktu pelepasaanya dibanding dengan menggunakan alkohol
dan iodine-povidon.
Hal lain yang
perlu diperhatikan dalam perawatan tali pusat antara lain yaitu tali pusat
jangan ditutup rapat-rapat karena akan menciptakan suasana lembab, jika memang
harus ditutup atau diikat, longgarkan tutupan atau ikatannya. Gunakan popok
sekali pakai khusus untuk bayi yang baru lahir, jika menggunakan popok sekali
pakai. Biarkan tali pusat terkena udara agar cepat kering.
Daftar Pustaka :
Siti Zuniyati.,
Artathi Eka S., T. A. (2011). Rerata Waktu Pelepasan Tali Pusat Berdasarkan
Jenis Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir di Kecamatan di Kecamatan
Patikraja Kabupaten Banyumas Tahun 2009. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 2(1),
1–11.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar