Jumat, 17 Oktober 2014

Resum Jurnal 5



PENUNDAAN PENJEPITAN TALI PUSAT SEBAGAI STRATEGI YANG EFEKTIF UNTUK MENURUNKAN INSIDEN ANEMIA DEFISIENSI BESI BAYI BARU LAHIR

Anemia defisiesi besi merupakan keadaan dimana sedikitnya cadangan zat besi pada bayi yang baru lahir (neonatus) yang dapat mengakibatkan anemia. Anemia pada neonatus dapat mengganggu perkembangan mental dan kognitif mereka. Anemia defisiesi besi biasanya terjadi pada bayi usia 6-24 bulan.
Penjepitan dan pemotongan tali pusat sangat berperan penting dalam hal ini. Dimana penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat bertujuan agar kebutuhan zat besi pada bayi terpenuhi, sehingga terhindar dari resiko anemia defisiesi besi. Lama penundaan penjepitan tali pusat sekitar 2-3 menit atau saat tali pusat tidak berdenyut. Prosedur penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat dilakukan dengan manajemen kala tiga yang meliputi injeksi uterotonika, penjepitan tali pusat, peregangan tali pusat dan masase uterus setelah bayi lahir. Injeksi oksitosin intramuscular dilakukan segera setelah bayi lahir, dilanjutkan dengan peregangan tali pusat dan uterus setelah plasenta lahir. Penjepitan tali pusat dilakukan setelah menunggu beberapa saat setelah bayi dilahirkan.
Dengan dilakukannya penundaan penjepitan tali pusat pada bayi yang baru lahir (neonatus) dapat memberikan tambahan darah pada bayi sebanyak 80-100 ml dalam 3 menit. Sehingga bayi akan memperoleh tamabahan zat besi sekitar 40-50 mg/kg. Hal tersebut dapat mencegah terjadinya Anemia defisiesi besi.

 Daftar Pustaka :


Artha, IRBK., Kemara KP., Megadhana IW. (n.d.). Penundaan Penjepitan Tali Pusat Sebagai Strategi yang Efektif untuk Menurunkan Insiden Anemia Defisiensi Besi pada Bayi Baru Lahir, 1–16.



PENUNDAAN PENJEPITAN TALI PUSAT SEBAGAI STRATEGI YANG EFEKTIF UNTUK MENURUNKAN INSIDEN ANEMIA DEFISIENSI BESI BAYI BARU LAHIR

Anemia defisiesi besi merupakan keadaan dimana sedikitnya cadangan zat besi pada bayi yang baru lahir (neonatus) yang dapat mengakibatkan anemia. Anemia pada neonatus dapat mengganggu perkembangan mental dan kognitif mereka. Anemia defisiesi besi biasanya terjadi pada bayi usia 6-24 bulan.
Penjepitan dan pemotongan tali pusat sangat berperan penting dalam hal ini. Dimana penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat bertujuan agar kebutuhan zat besi pada bayi terpenuhi, sehingga terhindar dari resiko anemia defisiesi besi. Lama penundaan penjepitan tali pusat sekitar 2-3 menit atau saat tali pusat tidak berdenyut. Prosedur penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat dilakukan dengan manajemen kala tiga yang meliputi injeksi uterotonika, penjepitan tali pusat, peregangan tali pusat dan masase uterus setelah bayi lahir. Injeksi oksitosin intramuscular dilakukan segera setelah bayi lahir, dilanjutkan dengan peregangan tali pusat dan uterus setelah plasenta lahir. Penjepitan tali pusat dilakukan setelah menunggu beberapa saat setelah bayi dilahirkan.
Dengan dilakukannya penundaan penjepitan tali pusat pada bayi yang baru lahir (neonatus) dapat memberikan tambahan darah pada bayi sebanyak 80-100 ml dalam 3 menit. Sehingga bayi akan memperoleh tamabahan zat besi sekitar 40-50 mg/kg. Hal tersebut dapat mencegah terjadinya Anemia defisiesi besi.

 Daftar Pustaka :


Artha, IRBK., Kemara KP., Megadhana IW. (n.d.). Penundaan Penjepitan Tali Pusat Sebagai Strategi yang Efektif untuk Menurunkan Insiden Anemia Defisiensi Besi pada Bayi Baru Lahir, 1–16.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar