PENUNDAAN PENJEPITAN TALI PUSAT SEBAGAI STRATEGI YANG EFEKTIF UNTUK MENURUNKAN INSIDEN ANEMIA DEFISIENSI BESI BAYI BARU LAHIR
Anemia defisiesi besi merupakan keadaan
dimana sedikitnya cadangan zat besi pada bayi yang baru lahir (neonatus) yang
dapat mengakibatkan anemia. Anemia pada neonatus dapat mengganggu perkembangan
mental dan kognitif mereka. Anemia defisiesi besi biasanya terjadi pada bayi
usia 6-24 bulan.
Penjepitan dan pemotongan tali pusat
sangat berperan penting dalam hal ini. Dimana penundaan penjepitan dan
pemotongan tali pusat bertujuan agar kebutuhan zat besi pada bayi terpenuhi,
sehingga terhindar dari resiko anemia defisiesi besi. Lama penundaan penjepitan
tali pusat sekitar 2-3 menit atau saat tali pusat tidak berdenyut. Prosedur
penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat dilakukan dengan manajemen kala
tiga yang meliputi injeksi uterotonika, penjepitan tali pusat, peregangan tali
pusat dan masase uterus setelah bayi lahir. Injeksi oksitosin intramuscular dilakukan
segera setelah bayi lahir, dilanjutkan dengan peregangan tali pusat dan uterus
setelah plasenta lahir. Penjepitan tali pusat dilakukan setelah menunggu
beberapa saat setelah bayi dilahirkan.
Dengan dilakukannya penundaan penjepitan
tali pusat pada bayi yang baru lahir (neonatus) dapat memberikan tambahan darah
pada bayi sebanyak 80-100 ml dalam 3 menit. Sehingga bayi akan memperoleh
tamabahan zat besi sekitar 40-50 mg/kg. Hal tersebut dapat mencegah terjadinya
Anemia defisiesi besi.
Artha, IRBK., Kemara KP., Megadhana IW.
(n.d.). Penundaan Penjepitan Tali Pusat Sebagai Strategi yang Efektif untuk
Menurunkan Insiden Anemia Defisiensi Besi pada Bayi Baru Lahir, 1–16.
PENUNDAAN PENJEPITAN TALI PUSAT SEBAGAI STRATEGI YANG EFEKTIF UNTUK MENURUNKAN INSIDEN ANEMIA DEFISIENSI BESI BAYI BARU LAHIR
Anemia defisiesi besi merupakan keadaan
dimana sedikitnya cadangan zat besi pada bayi yang baru lahir (neonatus) yang
dapat mengakibatkan anemia. Anemia pada neonatus dapat mengganggu perkembangan
mental dan kognitif mereka. Anemia defisiesi besi biasanya terjadi pada bayi
usia 6-24 bulan.
Penjepitan dan pemotongan tali pusat
sangat berperan penting dalam hal ini. Dimana penundaan penjepitan dan
pemotongan tali pusat bertujuan agar kebutuhan zat besi pada bayi terpenuhi,
sehingga terhindar dari resiko anemia defisiesi besi. Lama penundaan penjepitan
tali pusat sekitar 2-3 menit atau saat tali pusat tidak berdenyut. Prosedur
penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat dilakukan dengan manajemen kala
tiga yang meliputi injeksi uterotonika, penjepitan tali pusat, peregangan tali
pusat dan masase uterus setelah bayi lahir. Injeksi oksitosin intramuscular dilakukan
segera setelah bayi lahir, dilanjutkan dengan peregangan tali pusat dan uterus
setelah plasenta lahir. Penjepitan tali pusat dilakukan setelah menunggu
beberapa saat setelah bayi dilahirkan.
Dengan dilakukannya penundaan penjepitan
tali pusat pada bayi yang baru lahir (neonatus) dapat memberikan tambahan darah
pada bayi sebanyak 80-100 ml dalam 3 menit. Sehingga bayi akan memperoleh
tamabahan zat besi sekitar 40-50 mg/kg. Hal tersebut dapat mencegah terjadinya
Anemia defisiesi besi.
Artha, IRBK., Kemara KP., Megadhana IW.
(n.d.). Penundaan Penjepitan Tali Pusat Sebagai Strategi yang Efektif untuk
Menurunkan Insiden Anemia Defisiensi Besi pada Bayi Baru Lahir, 1–16.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar